Minggu, 11 Oktober 2015

Ciri-ciri, Unsur, dan Teori Organisasi


1. Ciri-ciri Organisasi
    Ciri-ciri dari organisasi secara umum diantaranya :
  • Memiliki tujuan dan sasaran
  • Memiliki komponen yaitu atasan dan bawahan
  • Adanya kerjasama yang terstruktur
  • Memiliki pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
  • Memiliki keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  Menurut Berelson dan Steiner (1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Formalitas adalah ciri organisasi sosial yang merujuk pada perumusan tertulis daripada peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya
  • Lamanya (duration) adalah ciri organisasi dimana eksistensi organisasi lebih lama daripada keanggotaan pada organisasi tersebut
  • Besar dan kompleks adalah ciri organisasi sosial yang memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antaranggota adalah tidak langsung (impersonal) yang biasanya disebut dengan "gejala birokrasi"
  • Hierarki adalah ciri organisasi yang mengacu pada pola kekuasaan dan kewenangan yang berbentuk piramida artinya terdapat orang-orang tertentu dengan kekuasaan dan kewenangan yang tinggi daripada orang biasa dalam organisasi tersebut
   Ciri-ciri dari organisasi modern yaitu :
  • Organisasi bertambah besar
  • Cenderung spesialisasi
  • Adanya prinsip atau azas organisasi
  • Pengelolaan data semakin cepat
  • Unsur-unsur organisasi lebih lengkap
  • Penggunaan staf lebih intensif
2. Unsur-unsur Organisasi
    Berikut ini adalah unsur-unsur dari organisasi :
  • Man adalah unsur utama pembentuk organisasi yang disebut sebagai personil atau anggota yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri atas unsur pimpinan (administrator) sebagai pemimpin tertinggi organisasi, para manajer pemimpin unit tertentu suatu kerja sesuai fungsinya, dan para pekerja (workers)
  • Kerjasama adalah unsur organisasi dimana setiap anggota atau personil melakukan perbuatan secara bersama-sama untuk tujuan bersama
  • Tujuan bersama adalah sasaran yang ingin dicapai atau diharapkan baik dari prosedur, program, pola atau titik akhir dari pekerjaan organisasi tersebut
  • Peralatan (equipment) adalah sarana dan prasarana yang berupa kelengkapan dari organisasi tersebut baik itu berupa bangunan, materi, uang, dan kelengkapan lainnya
  • Lingkungan (environment) adalah unsur organisasi yang juga memiliki pengaruh. Faktor tersebut adalah ekonomi, sosial budaya, strategi, kebijaksanaan anggaran, dan peraturan yang telah ditetapkan
  • Kekayaan alam yang termasuk dengan kekayaan alam adalah air, cuaca, keadaan iklim, flora, dan fauna
  • Kerangka/konstruksi mental organisasi adalah landasan dari organisasi yang berada pada visi organisasi tersebut dibuat
3. Teori Organisasi
   Teori organisasi adalah suatu teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, kajiannya yaitu bagaimana caranya membahas bagaimana sebuah organisasi dalam menajalankan fungsi dan menerapkan visi dan misi organisasi tersebut. Lingkungan kerja suatu organisasi dapat mempengaruhi dan terpengaruh oleh orang di dalam suatu organisasi tersebut. Dalam pembahasan mengenai teori organisasi yang pernah ada dan berlaku dalam sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Teori itu meliputi organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
  • Teori Organisasi Klasik
    Teori organisasi klasik atau disebut juga teori tradisional isinya berupa konsep tentang organisasi dari abad 19, definisi organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi, dan faktor lain yang terjadi karena terlibat kerja sama antar orang. Teori ini mempunyai efek yang sama yang berkembang dalam tiga dasar anggapan-anggapan yaitu :
  1. Teori birokrasi : Dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya "The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism"
  2. Teori administrasi : Dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
  3. Manajemen ilmiah : Dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor
  • Teori Organisasi Neoklasik
    Teori organisasi neoklasik adalah teori yang menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan sosial, baik itu sebagai individu dan kelompok dalam lingkungan kerja. Teori neoklasik adalah teori atau aliran hubungan manusia (The Human Relation Movement). Dalam pembagian kerja, diperlukan hal-hal berikut yang telah dikemukakan teori neoklasik antara lain sebagai berikut :
  1. Partisipasi yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
  2. Perluasan kerja yaitu sebagai kebalikan dari pola spesialisasi
  3. Manajemen bottom-up yaitu memberikan kesempatan para junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak
  • Teori Organisasi Modern
    Herbert Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan contigency yang menyatakan teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal  dan disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat diterapkan prinsip saling bersaing. Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social psychology of organization” mengungkapkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem terbuka. Dalam buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan. Teori modern atau biasa disebut sebagai analisa sistem pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem yang terbuka.

Senin, 05 Oktober 2015

Mainan SD yang Laku di Zamannya

    SD adalah zaman dimana kita bisa menikmati indahnya bermain bersama teman-teman pulangnya pun bisa sampe sore atau sampe orang tua menyusul ke tempatmu bermain. Sebagian dari kalian pasti sering menghabiskan uang saku sekolah untuk jajan bukan jajan makanan atau minuman seperti yang orang tua kita anjurkan. Bukan jajan ciki, es teh, permen karet Yosan, Kinoman, Sugus, wafer remuk dalam plastik, es bon bon, permen jagoan neon dan seterusnya. Namun yang kalian pilih malah jajanan yang ga bisa dimakan. Hal itu bisa berupa mainan, sebuah benda atau bahkan makhluk hidup yang legal diperjualbelikan. Dibeli karena rasa ketertarikan terhadap barang itu lebih besar ketimbang jajan makanan. Kali ini kita akan bernostalgia dengan macam-macam jajanan tersebut.

1. Yoyo

Yoyo adalah mainan bertali dan juga berputar.Yoyo pada masa kecil saya dulu terbuat dari kayu dan diwarnain dengan pewarna yang sama juga bahannya. Di dalam yoyo terdapat tali (benang nilon) dengan ujung adalah sebuah karet pelindung untuk mengaitkan jari kita ke tali seperti cincin. Meskipun ga ngeluarin cahaya ketika dimainkan tapi yang kayu jauh lebih klasik dan juga lebih terasa tradisionalnya.

2. Orang-orangan

Setiap pulang sekolah, saya suka beli mainan orang-orangan ini, mulai dari berbentuk tokoh kartun sampai bentuk hewan. Meskipun gatau mau dipake buat apa tapi saya seneng banget sama mainan ini, terkadang cuma dipajang doang di kamar. Yaa namanya juga cowok pasti belinya yang kaya gini.

3. Orang-orangan Kertas

Hampir sama dengan mainan orang-orangan cuma mainan ini terbuat dari kertas. Kalo ini sih perempuan banget yang suka beli kaya gini, gatau dipake buat apaan soalnya saya seumur-umur ga pernah beli mainan ini.

4. Biji Karet

Ini pernah saya beli tapi kadang-kadang doang soalnya cara memainkannya saling ngancurin biji karet yang satu dengan yang lainnya. Saya sempet ga bisa ngancurin punya orang karena bijinya keras banget sampe tangan jadi merah bahkan sampai luka. Jadi saya kurang suka bermain biji karet.

5. Biang Es

Apakah kalian tau kartun Popeye? (yang tau selamat anda tua). Ya mainan ini membuat saya terinspirasi menjadi Popeye. Walaupun saya ga ngerti fungsi dari mainan ini padahal dipakenya cuma ditiup biang esnya dari sedotan setelah itu keluar asap, makin kencang meniupnya maka suara dari biang es tersebut semakin keras dan mengeluarkan asap yang cukup tebal.

6. Karet Gelang

Buat apa mainan ini dibeli? namanya anak SD apapun mainannya bisa dibeli. Kalo perempuan beli buat main lompat karet dengan cara menyambung-nyambungkan karet lalu menjadi tali. Saya jagonya main karet sampe ngalahin anak perempuan hahaha.

7. Lilin Mainan atau Plastisin

Mainan ini termasuk yang sering saya beli waktu SD, dengan warna-warninya yang bikin memancing anak SD buat membelinya. Bisa dibentuk apa aja sehingga menambah kreativitas kita saat itu.

8. Pletokan Bambu

Saya tidak tau kalian memanggil mainan ini apa karena tiap daerah memiliki sebutan masing-masing. Cuma kalo di daerah rumah saya, saya menyebutnya mainan ini yaitu pletokan. Mainan ini cukup berbahaya karena bisa melukai siapapun tapi namanya anak SD pasti apapun dibeli (termasuk saya). Pelurunya dari kertas yang udah dibasahi dengan air terlebih dahulu setelah itu kertasnya dibentuk bulat kecil lalu dimasukan kedalam bambu.

9. Balon Tiup

Kalo mainan ini saya belinya ketika uang tinggal sisa sedikit soalnya mainan ini buat iseng-iseng aja. Hal yang bikin bangga ketika niup balonnya udah gede banget sampe kita niupnya harus pelan-pelan dan hati-hati agar balon tidak rusak. Bangga banget rasanya kalo balonnya udah berukuran besar tapi balon tersebut tidak dapat bertahan lama karena balon lama-kelamaan akan semakin menciut. Terkadang saya suka jail, balonnya ditempelin ke muka orang lain atau ke muka sendiri.

10. Gigi Drakula

Ini juga suka saya beli ketika SD fungsinya buat nakutin anak perempuan kalo ada kesempatan saya gigit leher perempuannya hehe. Namun terkadang buat gaya-gayaan aja berasa jadi drakula, setelah dipake wajib dicuci ya mainannya karena air liur kita menempel dimainan itu.

11. Lego jadul

Yes ini termasuk mainan favorit saya, saya sering beli mainan ini ketika pulang sekolah. Mirip dengan lego jaman sekarang, memainkannya dengan cara menyambung-nyambungkan antar lego cuma yang berbeda hanya bentuknya saja. Sama halnya dengan plastisin, lego jadul juga dapat dibentuk sebebas kita sehingga dapat menambah kreativitas kita.


Sekian dulu pembahasan mainannya padahal masih banyak mainan lainnya yang belum sempat saya bahas. Sebagian dari kalian pernah ngalamin mainan ini ketika SD. Sangat disayangkan ketika SD kita tidak bisa merasakan mainan itu. Apa udah bikin nostalgia kalian? semoga mainan ini bisa mengingatkan masa-masa SD kalian yang menakjubkan.

Hewan-hewan yang Tinggal di Rumahmu

            Harta yang paling berharga adalah keluarga, rumah yang paling nyaman adalah rumah kita sendiri, tempat dimana kita beristirahat melepas penat dan berkumpul bersama keluarga kita. Namun disadari atau tidak, rumahmu bukan hanya milikmu dan keluargamu saja. Ya! kamu ga sendirian,ada juga hewan-hewan yang tinggal dan hidup di rumahmu. Berikut ini hewan-hewan-nya cekidooot !!!

1. Semut

Sebersih dan serapih apapun rumahmu, kayanya mustahil deh kalo ga ada hewan ini. Di kamarmu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi pasti ada hewan ini. Pepatah mengatakan 'ada gula ada semut, kalo kamu nyimpen makanan/minuman yang manis-manis secara tak sengaja kamu telah mengundang kedatangan hewan ini. Kalo cuma satu sih ga masalah tapi kalo udah koloni malah menjadi masalah.

2. Tikus

Ini hewan paling ga disukai sama laki-laki maupun perempuan, bisa dibilang musuh utama di rumah khususnya area dapur bahkan kalo kepepet si tikus bisa juga makan kabel-kabel. Tikus itu pinter, dia bisa tau keberadaan manusia jadi dia nunggu kita lewat dulu atau rumah sepi abis itu dia bisa berkeliaran. Biasanya mereka tinggal di atap rumah tiap malem suka bunyi "cit-cit-cit" dan buat pemilik rumah ngerasa keganggu banget.

3. Nyamuk

Menurut saya hewan yang satu ini bisa datang ke rumah kita karena kesalahan dari rumah kita sendiri. Mungkin banyak tumpukan pakaian, barang-barang bekas ataupun bak mandi yang tidak pernah dikuras. Hewan yang satu ini musuh bubuyutan saya ketika saya sedang beraktivitas di kamar dan lebih parahnya lagi hewan ini membawa penyakit yang dapat membahayakan bagi manusia.

4. Cicak

Liat di atap rumahmu pasti ada satu/dua ekor cicak lagi merayap kadang suka ada dibalik hiasan dinding seperti poto, lukisan, ataupun jam dinding. Lagi asik-asik santai tiba-tiba suka mendengar suara "ckckck" di atas berasa keganggu banget.

5. Kecoa

Hewan yang sangat dibenci oleh kaum pria maupun wanita ini menjadi salah satu musuh utama dirumah. Kalian beraninya disaat kecoa sedang berjalan saja kalo kalian pemberani lawan kecoa kalo lagi terbang. Kalo kamu membunuh kecoa jangan pake tangan langsung sebaiknya menggunakan benda lalu setelah dibunuh & bekas kecoa yang sudah mati langsung dibersihkan soalnya didalam tubuh kecoa terdapat semacam cacing yang berbahaya bagi manusia.

6. Tokek

Temennya cicak tapi ini ukurannya lebih besar dan tubuhnya pun lebih bercorak sehingga bikin jiji dan geli. Melihatnya aja bikin merinding apalagi ketika memegangnya? Hiiiihhh bulu kuduk seketika naik. Pada siang/malam hari suaranya khas banget 'tokek-tokek-tokek' sampe bikin kaget & ngeganggu tuan rumah.

Sebagus, serapih, ataupun semewah apapun rumahmu pasti ada salah satu dari hewan yang disebutkan tersebut. Rasanya mustahil kalo gaada satu diantara hewan-hewan itu, gatau asalnya darimana pasti hewan ini bakal muncul di rumahmu.

Penampilan Menarik di Depan Wanita

            Siapa siih cowok yang gamau diliat menarik sama para wanita? pasti sebagian besar cowok ingin diliat menarik di depan wanita (termasuk saya).Semua cowok pasti harus tampil menarik biar wanita suka,banyak yang berpikir kalo cowok ga terlalu pusing sama penampilan,pria terjelek sekalipun bisa ngegaet cewek yang sangat cantik kok.Tapi kalo dibalik,apakah kita sebagai cowok bakal milih cewek yang biasa-biasa aja atau cewek yang berpenampilan cantik atau menarik? sama aja kan? kadang cewek juga harus menilai si cowok dari penampilannya juga gan.

1. Berpakaian Sesuai Pada Tempatnya

Mungkin yang paling mendasar adalah dari cara berpakaian.Ga selalu rapi buat menarik perhatian tapi yang penting enak diliat dan emang sesuai pada tempatnya.Ngapain pake jas kalo lagi ada di pantai? tapi biasanya wanita suka sama cowok yang ga terlihat nora dari pakaiannya.Katanya sih apa yang kamu pake mencerminkan siapa kalian.

2. Gaya Rambut

Siapa sangka kalo cewek itu suka memperhatikan sesuatu yang detail kaya rambut.Katanya sih rambut juga jadi rahasia bisa menarik perhatian lawan jenis.Ga usah yang rapi banget,yang penting cocok sama kontur wajah dan membuatmu nyaman banget.Dengan tau model rambut yang sesuai dengan wajahmu,secara ga langsung bisa menunjang buat menarik perhatian banyak wanita.

3. Bau Mulut dan Badan

Katanya sih bau mulut dan bau badan juga bisa bikin cewek ilfil.Soalnya kalo bau yang dikeluarin sama tubuh kita nandain kalo kita kurang peduli sama diri sendiri.Gimana mau peduli sama si doi kalo diri sendiri aja dicuekin.Memakai produk perawatan kaya parfum atau deodorant ga salah ko,yang penting aromanya bisa nunjukin siapa dirimu dan wanita ga perlu takut dekat lagi denganmu.

4. Memakai Aksesoris yang Pas

Ga ada salahnya cowok memakai aksesoris yang mendukung penampilannya,seperti jam tangan,gelang,kalung atau aksesoris lainnya.Apalagi kalo bikin mereka tampil lebih menarik tapi banyak juga cowok yang salah dan asal dalam pake aksesoris.Entah karena cuma ikutan tren atau justru ga tau gimana memakainya.Nah biar lebih pas coba konsultasiin dulu aksesoris yang dipake ke temen deketmu,apakah sesuai atau engga dengan diri sendiri.

5. Wajah Bersih

Ini nih yang terakhir dan menurut saya juga penting.Banyak wanita yang merasa kalo cowok itu harus bersih,khususnya di wajahnya.Membiasakan mencukur bulu kumis dan jenggot juga dirasa perlu buat menarik perhatian mereka.Jangan sampe punya wajah yang berantakan mengganggu untuk dekat dengan wanita pujaan.Lebih gawat lagi kalo kita asal cukur kenapa? Asal cukur dan memakai pisau cukur yang sembarangan bisa menyebabkan kulit kita iritasi.Hal ini disebabkan pisau cukur sembarangan memiliki tekanan yang terlalu besar ke kulit.

Sekian info yang saya berikan semoga buat cowok-cowok yang lagi pedekate atau udah pacaran atau udah menikah coba ubah penampilanmu sedikit demi sedikit karena bukan untuk wanita yang kita suka aja tapi ini juga penting buat orang-orang disekitar kita kalo penampilan kita menarik.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Retaknya Tali Persaudaraan

    Selain tugas kuliah, saya juga mau memposting beberapa artikel yang bisa menambah wawasan buat kalian (pembaca) berikut adalah penyebab retaknya tali persaudaraan cekidooot !!!

1. Uang

    Siapa sih yang gatau sama alat tukar yang satu ini? Kayanya hampir semua umat manusia tau banget sama alat tukar ini. Uang adalah pemicu terbesar dalam retaknya sebuah persaudaraan, ada pepatah mengatakan “Uang tidak kenal sodara” itu benar adanya. Uang bisa membuat saudara, sahabat, tetangga, siapapun itu dapat menjadi jauh dan sudah banyak contohnya di sekitar kita maupun di media seperti televisi, radio, koran, maupun internet kasus-kasus yang bisa hancur karena uang. Dahsyatnya efek uang dalam retaknya persaudaraan/persahabatan.

2. Harta Warisan

    Berbeda dengan nomor 1, harta warisan tidak selalu dengan uang. Bisa dalam bentuk bangunan, tanah, maupun barang-barang koleksi. Kejadian ini sering terjadi karena biasanya keserakahan salah satu pihak ataupun prinsip yang berbeda dalam keluarga tersebut, sudah banyak contoh kasus karena harta warisan seperti saudara menjadi ga saling tegur sapa dan yang lebih fatalnya bisa saling menghilangkan nyawa. Sungguh memprihatinkan apalagi belakangan ini banyak berita anak menggugat saudara bahkan orang tua yang dituntut ke pengadilan oleh anaknya sendiri.

3. Perbedaan Prinsip

    Biasanya retaknya persaudaraan ini muncul setelah di uji oleh suatu masalah antara lain perbedaan prinsip, cara pandang, ataupun keyakinan. Dengan hal ini, maka ketika memiliki perbedaan harus ada salah satu yang mengalah atau dari pihak ketiga yang dapat melerai mereka.

4. Sifat dan Watak

    Sifat dan watak setiap manusia memang berbeda-beda tapi ga baik jika orang terdekat kita menjauh, kalo terjadi sekali atau dua kali mungkin masih wajar tapi kalo terus-menerus karena wataknya seperti itu mending jaga jarak aja daripada kita ladenin dia terus yang ada malah bikin sakit hati terus.

5. Rebutan Pasangan

    Menurut saya ini adalah hal yang bodoh, manusia itu di dunia ini banyaaak banget baik di Indonesia maupun di luar negeri tapi kenapa harus rebutan cuma karena satu orang aja? Karena udah sayang? apa biar gentle? sampe berkelahi segala bahkan sampe bunuh-bunuhan. Situ manusia apa hewan? ko ga punya akal? Memang tiap orang memiliki prinsip yang berbeda-beda namun bagi saya, saya lebih baik mengalah/mundur daripada harus sampe rebutan dan membuat putus tali persaudaraan.

6. Kepedulian yang Hilang

    Saat temen atau saudara sakit ga mau jenguk atau saat dalam masalah saudara atau sahabat menghilang seakan ga peduli, tanda-tanda keretakan akan segera datang. Sebenarnya di sini letak persaudaraan di uji nanti akan ketahuan mana sodara atau temen yang tulus dan tidak.

7. Cari Muka di Tempat Kerjaan

    Ngeselin banget kalo nemu model begini. Cari muka dan biasanya pinter banget jilat dan bermain lidah ke atasan (boss) atau klaim pekerjaan temen jadi hasilnya milik dia, temenpun ga akan segan dijatuhkan demi kepentingan nama baiknya sendiri. Lebih baik dihindari kalo nemu model orang seperti ini. Sebenarnya bukan di tempat kerjaan aja, di tempat manapun kita menuntut ilmu pun pasti ada salah satu orang yang cari muka.

Sekian dulu beberapa penyebab retaknya tali persaudaraan, mirisnya manusia masalah duniawi hubungan tali persaudaraan bisa sampai rusak padahal tali persaudaraan bisa membawa kita menuju jalan surga. Siapapun yang merasa tersinggung dengan postingan ini mohon maaf karena saya disini cuma saling mengingatkan dan jangan sampe kita termasuk orang-orang seperti itu.



Jumat, 06 Maret 2015

Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan




    Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya,dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut.Kata "masyarakat" berakar dari bahasa Arab,musyarakah.Arti yang lebih luasnya sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya.Pada umumnya,sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Syarat-syarat terbentuknya masyarakat :
  • Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama
  • Merupakan satu kesatuan
  • Merupakan suatu sistem hidup bersama yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya
Masyarakat dibagi dua yaitu Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan.

1) MASYARAKAT PERKOTAAN
    Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan  masyarakat pedesaan.
Berikut ini adalah ciri-ciri dari Masyarakat Perkotaan :
  • Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain (Individualisme).
  • Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
  • Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
  • Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota karena kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
- Lima Unsur Lingkungan Perkotaan
   Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan, dan politik. Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen–komponen yang membentuk struktur kota tersebut. Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan mengandung 5 unsur yang meliputi :
  • Wisma
    Unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalamkeluarga.Unsur wisma ini menghadapkan pengembangan daerahperumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahankebutuhan penduduk untuk masa mendatang dan memperbaikikeadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapatmencapai standar mutu kehidupan yang layak dan memberikannilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan.
  • Karya
    Unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat dan untuk penyediaan lapangan kerja.
  • Marga
    Unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan  tempat lainnya dalam suatu kota  serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya dan pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
  • Suka
    Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan, dan kesenian.
  • Penyempurnaan
    Unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur sebelumnya (termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota, dan jaringan utilitas kota).

- Fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan diantaranya :
a) Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota. Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimiliki.

b) Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat,agar tidak disusul dengan masalah lainnya.

c) Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik karena jika tidak maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.

d) Dalam rangka pemekaran kota,harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya.

Fungsi eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalm kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik secara regional maupun nasional.
  • Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
  • Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
  • Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
Produksi barang dan jasa
Terminal dan distribusi barang dan jasa
  • Simpul komunikasi regional/global
  • Satuan fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global

2) MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang amat kuat akan hakekatnya bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat karena beranggapan sama-sama sebagai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Berikut ini adalah ciri-ciri dari masyarakat Pedesaan :
  • Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan, dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain, dan menolongnya tanpa pamrih.
  • Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari afektifitas yaitu mereka mementingkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
  • Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja (lawannya Universalisme).
  • Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan (lawannya prestasi).
  • Kekabaran (diffuseness) sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung untuk menunjukkan sesuatu.
Sifat dan hakikat masyarakat pedesaan yaitu :
    Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah. Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.

Unsur-Unsur Desa :
  • Daerah dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis
  • Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat
  • Tata Kehidupan dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa
Ketiga unsur tersebut tidak lepas antar satu sama lain artinya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan.

Fungsi Desa antara lain sebagai berikut :
  • Desa yang merupakan hinterland atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok.
  • Desa ditinjau dari sudut pemberian ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya.
  • Desa dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dll.
Perbedaan Desa dan Kota
    Dalam masyarakat modern sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994) perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana karena dalam masyarakat modern berapapun kecilnya suatu desa pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Berikut adalah perbedaannya :
Masyarakat Pedesaan
  • Perilaku homogen
  • Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
  • Perilaku yang berorirentasi pada tradisi dan status
  • Isolasi sosial sehingga statistic
  • Kesatuan dan keutuhan cultural
  • Banyak ritual dan nilai-nilai saktal
  • Kolektivisme
Masyarakat Perkotaan
  • Perilaku heterogen
  • Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
  • Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
  • Mobilitas sosial sehingga dinamik
  • Kebauran dan diversifikasi cultural
  • Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekural
  • Individualisme
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan. Ciri-ciri tersebut antara lain :
  • Jumlah dan kepadatan penduduk
  • Lingkungan hidup
  • Mata pencaharian
  • Corak kehidupan sosial
  • Stratifiksi sosial
  • Mobilitas sosial
  • Pola interaksi sosial
  • Solidaritas sosial
  • Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
- Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a) Urbanisasi dan Urbanisme
  Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan maka timbulah masalah baru yakni  Urbanisasi. Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
b) Sebab-sebab Urbanisasi
  • Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (push factors)
  • Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
Berikut ini adalah hal-hal yang termasuk push factor :
  • Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian
  • Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern
  • Penduduk desa terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton
  • Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan
  • Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota
Berikut ini adalah hal-hal yang termasuk pull factor :
  • Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
  • Di kota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan
  • Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak di kota dan lebih mudah didapat
  • Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya
  • Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah

Kamis, 20 November 2014

Sosialisasi

           


    Sejak kita lahir, kita telah hidup dalam bermasyarakat. Manusia tidak dapat hidup sendirian tanpa hadirnya orang lain dalam kehidupannya karena ketidaksanggupan seorang manusia untuk hidup sendiri maka manusia disebut sebagai makhluk sosial. Rasanya sangat mustahil jika manusia mengerjakan sesuatu hal sendirian. Sebagai makhluk sosial, manusia pasti berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Saat berinteraksi manusia juga mengalami proses sosialisasi dimana manusia dikenalkan dengan pola perilaku, nilai-nilai, dan norma yang dianut masyarakatnya. Sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi didalam masyarakat. Pada dasarnya, tidak ada seorang manusia pun yang tidak melakukan proses sosialisasi dalam hidupnya, manusia hidup dari dan dalam masyarakat. Faktor sosialisasi dengan orang disekitarlah yang akan mengembangkan kepribadian seseorang.
    Dalam hidup seseorang, sosialisasi yang pertama terjadi adalah didalam keluarga. Dalam proses itu, orang tua meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan kepribadian anaknya. Pada tahap awal sosialisasi, seorang bayi cenderung menginginkan dan membutuhkan interaksi dengan orang lain. Pada hari-hari pertamanya di dunia, seorang bayi akan menangis jika merasa terganggu. Perasaan ini timbul karena lapar, dingin, panas, atau takut. Pada saat itu secara otomatis bayi tersebut membutuhkan kehadiran orang lain terutama orang yang paling istimewa dan berharga dalam hidupnya yaitu orang tua. Orang tua memberikan ketenangan dengan memberinya makan dan minum atau dengan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Seiring dengan bertambahnya umur bayi, orang tua tidak hanya memberikan hadiah saja ketika mereka melakukan apa yang mereka inginkan tetapi mereka sudah mulai memberikan hukuman jika tingkah lakunya tidak sesuai dengan apa yang orang tua harapkan. Pemberian hadian (reward) dan hukuman (punishment) untuk menghasilkan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dapat diterima bukanlah satu-satunya jalan dalam proses sosialisasi. Sejak bayi, seseorang sudah mulai bersosialisasi. Dalam proses ini, ia belajar tentang apa yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya. Tahap perkembangan sampai pada pertimbangan orang secara umum menanggapi suatu perbuatan seperti yang dilukiskan oleh George Herbert Mead. Menurut Mead ada empat tahap proses perkembangan selama masa anak-anak diantaranya:
  • Mereka meniru orang-orang disekitar mereka
  • Mereka mempelajari berbagai peran sosial yang ada
  • Mereka melihat bahwa peran yang mereka miliki dalam masyarakat yang saling berkaitan
  • Mereka mulai menganggap norma-norma dalam masyarakat sebagai norma mereka sendiri karena mereka yakin bahwa norma itu baik dan benar

    Berdasarkan penjelasan tersebut bisa kita simpulkan bahwa seorang anak yang berada dalam sebuah lingkungan mempelajari aturan yang harus dilakukannya berdasarkan situasi yang ada dan individu-individu lain yang ada disekelilingnya. Sosialisasi merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak pihak yakni masyarakat pada umumnya. Sosialisasi umumnya muncul atas inisiatif orang-orang yang telah lama menjadi anggota masyarakat tertentu maka mereka disebut agen sosialisasi. Agen sosialisasi yang pertama kali dihadapi oleh seseorang yang baru lahir (bayi) adalah orang tua dalam keluarga. Seiring dengan bertambahnya usia, ia bertemu dengan agen sosialisasi yang lain seperti kelompok bermain, sekolah, dan media massa. Agen-agen sosialisasi mempengaruhi cara seseorang dalam melihat dirinya, mengungkapkan perasaannya, serta bersikap dan bertingkah laku.

- Berikut ini adalah Agen-Agen Sosialisasi :
  • Keluarga
    Keluarga merupakan agen sosialisasi yang paling penting bagi anak-anak sebelum mereka masuk sekolah. Sementara itu, sekolah dan kelompok bermain menjadi pusat pengalaman sosial ketika anak-anak semakin besar. Kelas sosial suatu keluarga menurut Melvin Kohn sangat mempengaruhi proses sosialisasi. Sosialisasi dalam keluarga yang orang tuanya berasal dari kelas pekerja seperti pekerja kasar berbeda dengan sosialisasi dalam keluarga yang orang tuanya berasal dari kelas menengah seperti kaum profesional. Melvin Kohn menambahkna perbedaan ini terjadi karena pengalaman hidup orang tua didunia kerja. Pengalaman ini mendorong mereka untuk mengharapkan anak-anaknya bekerja dalam situasi yang sama seperti yang mereka alami.
  • Kelompok Sepermainan
    Kelompok sepermainan adalah kelompok yang anggotanya mempunyai status yang sama, usia mereka hampir sama dan melakukan kegiatan bersama-sama. Kelompok sepermainan seorang anak yang pertama terdiri dari anak-anak tetangga sekitar lingkungan rumah. Kelompok ini lama-kelamaan meluas ketika anak tersebut bertemu dengan teman-temannya yang baru di sekolah. Dalam kelompok sepermainan seorang anak mulai mempelajari berbagai aturan yang mengatur peran orang-orang yang kedudukannya sederajat. Ketika anak berangsur remaja, kelompok sepermainan menjadi penting. Kelompok ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap sikap dan nilai anggotanya. Seorang remaja memperoleh identitasnya dari kelompok sepermainannya secara khusus menemui kesulitan untuk menyimpang dari norma-norma tingkah laku yang dibangun oleh kelompok sepermainannya. Kelompok sepermainan memberikan dukungan sosial yang bernilai bagi seorang remaja yang sedang melepaskan diri dari ketergantungannya pada orang tua. Dalam kelompok sepermainan, anggota-anggota baru dengan cepat disosialisasikan dengan simbol-simbol keanggotaan kelompok seperti gaya berpakaian, penggunaan barang-barang, dan pola tingkah laku tertentu.
  • Sekolah
    Apakah kamu sering merasa mendapatkan teguran yang sama dari orang tua dan gurumu? Misalnya orang tuamu melarang kamu memakai perhiasan emas yang berlebihan. Di sekolah pun gurumu juga memberikan teguran agar kamu bersikap sederhana ketika berada di sekolah (luar rumah). Mereka memberi alasan bahwa hal itu dapat mengundang tindak kejahatan dan memunculkan perasaan iri dari teman-temannya. Sekolah juga turut menjadi tempat untuk memahami hal-hal yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan sebagai seorang anak yang baik.
  • Media Massa
    Media massa terdiri dari beragam sarana komunikasi yang menjangkau banyak orang. Media massa menawarkan nilai dan norma sosial yang baru. Salah satunya adalah televisi, televisi merupakan media massa yang sangat berpengaruh saat ini. Banyak acara dalam siaran televisi yang menarik perhatian anak-anak. Diantara acara itu ada acara yang memberikan sumbangan positif bagi sosialisasi, ada pula acara yang memberikan dampak negatif. Mulai sekarang seorang anak harus memilih tayangan yang sesuai dengan umurnya. Tidak menonton dan mempraktekan hal-hal yang tidak boleh dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua. Sumbangan positif televisi antara lain adalah menambah pengetahuan dan memberikan hiburan sedangkan sumbangan negatif televisi antara lain adalah tayangan smack down dan gaya hidup materialistis seperti trend pakaian anak muda zaman sekarang, gaya bahasa, maupun pola makan.

- Berikut ini adalah bentuk sosialisasi :
  • Sosialisasi Primer
    Sosialisasi primer adalah sosialisasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Berger dan Luckman menjelaskan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu sejak kecil, dimana ia belajar menjadi anggota masyarakat, hal itu dipelajarinya dalam keluarga. Sosialisasi primer akan mempengaruhi seorang anak untuk dapat membedakan dirinya dengan orang lain yang berada disekitarnya seperti ayah, ibu, kakak, ataupun adik.
  • Sosialisasi Sekunder
    Sosialisasi sekunder adalah proses berikutnya yang memperkenalkan individu
pada lingkungan di luar keluarganya seperti sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja. Dalam proses sosialisasi sekunder sering dijumpai dalam masyarakat sebuah proses resosialisasi atau proses penyosialisasian ulang. Proses ini terjadi apabila sesuatu yang telah dipelajari dalam tahap sosialisasi primer berbeda dengan yang dilakukan dalam sosialisasi sekunder. Proses resosialisasi didahului dengan proses desosialisasi atau proses pencabutan dari apa yang telah dimiliki oleh individu seperti nilai dan norma.

- Tipe Sosialisasi
Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada.
Berikut ini adalah Tipe Sosialisasi :
  • Formal
    Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut
ketentuan yang berlaku dalam negara seperti pendidikan di sekolah atau militer.
  • Informal
    Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat
kekeluargaan seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada didalam masyarakat.

- Berikut ini adalah Pola Sosialisasi :
  • Sosialisasi Represif
    Sosialisasi ini menekankan pada penggunaan terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan, penekanan pada kepatuhan anak pada orang tua, penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, non-verbal dan berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan pada keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant others.
  • Sosialisasi Partisipatoris
  Sosialisasi ini merupakan pola dimana anak diberi imbalan ketika berperilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik (gaya bahasa yang melukiskan suatu benda dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau pelambang). Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan, penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi yang bersifat lisan. Pusat sosialisasi adalah keperluan anak dan keluarga menjadi generalized others. Proses sosialisasi sangat berperan dalam menentukan kepribadian seseorang. Jika proses sosialisasi sejak awal sudah berjalan baik, kemungkinan besar proses itu akan menghasilkan kepribadian yang baik pula. Sebaliknya, jika proses sosialisasi itu berjalan kurang sempurna atau mengalami kegagalan, kemungkinan besar akan menghasilkan pribadi yang tidak baik.

    Coba perhatikan teman sekelasmu yang nakal, pendendam, penakut, kurang percaya diri, dan sering murung. Apakah tau sebabnya? Pernahkah berani untuk menanyakannya? Mungkin ada yang menjawab bahwa orang tua mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga anaknya menjadi kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Anak yang cenderung bersikap buruk itulah yang biasanya tidak mendapatkan proses sosialisasi yang baik. Peran keluarga dan sekolah belum bisa membuat anak mengerti mengenai tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sosialisasi dapat berjalan lancar, teratur, dan intensif apabila masyarakat mempunyai lembaga-lembaga yang mendapat tugas khusus seperti lembaga keagamaan, pendidikan, sosial, politik, dan ekonomi. Lembaga yang dibentuk oleh masyarakat tersebut berperan dalam mensosialisasikan nilai, norma, dan peran yang harus dipelajari masyarakat. Setelah seorang mengalami proses sosialisasi, ia mulai menyadari peranannya di masyarakat dan menjadi bagian dari suatu kelompok. Oleh karena itu, ia akan mencoba memahami dirinya sendiri dan mempertimbangkan segala sikapnya berdasarkan orang-orang disekitarnya. Charles Horton Cooley mengatakan bahwa seseorang menggambarkan dirinya sendiri dengan menggunakan cermin diri (the looking glass self) dengan langkah-langkah seperti :
- saya membayangkan bagaimana saya di mata orang lain
- saya ingin tahu apakah orang lain melihat diriku sama seperti aku melihat diriku sendiri.

    Untuk menemukan jawabannya, aku mengamati bagaimana reaksi orang terhadapku. Kita mengembangkan gambaran atas diri kita berdasarkan pertimbangan orang lain. Contoh penggunaan cermin diri dapat dilihat seperti pada peristiwa berikut. Seorang anak membuat sebuah lukisan, jika hasil lukisannya dihina atau diejek orang lain maka anak itu akan menangis dan tidak mau melukis lagi. Sebaliknya jika hasil lukisannya dipuji maka anak itu pasti akan mau melukis lagi karena dia menganggap dirinya pandai melukis dan lukisannya dipuji oleh orang lain.